Sabtu, 24 Maret 2018

Low: Spanyol Jadi Favorit Utama Juara Piala Dunia 2018

Pelatih Tim Nasional (Timnas) Jerman, Joachim Low, mengaku sangat memfavoritkan Spanyol untuk bisa berbicara banyak di ajang Piala Dunia 2018 Rusia pada 14 Juni hingga 15 Juli 2018. Hal tersebut ia sampaikan jelang melakoni laga persahabatan di ESPRIT Arena, Sabtu (24/3/2018) dini hari WIB.

Jerman yang akan hadir sebagai juara bertahan di Piala Dunia 2018 mengaku sangat mewaspadai tim berjuluk La Furia Roja itu. Laga persahabatan ini tentu akan menjadi pertandingan uji coba mereka jika nantinya bertemu Spanyol di ajang empat tahun sekali tersebut.

“Ini akan menjadi pertandingan di mana kedua tim ingin menunjukkan apa yang bisa mereka lakukan. Jika kami bermain melawan Spanyol di Piala Dunia, itu akan menjadi pertandingan yang sangat berbeda dan kami tahu mereka adalah tim teratas dalam segala hal,” ungkap Low, mengutip dari BBC, Sabtu (24/3/2018). 

Selain itu Low juga mewaspadai skuad Timnas Spanyol yang dihuni para pemain terbaik dari tiga tim raksasa Eropa yakni Atletico Madrid, Barcelona dan Real Madrid. Hal tersebut membuat pelatih berusia 58 tahun itu menyebut Spanyol adalah tim yang komplit.

“11 hingga 13 pemain terbaik mereka berasal dari Atletico Madrid, Barcelona dan Real Madrid. Mereka memiliki pemain Atletico Madrid yang menekan, kecepatan tinggi milik Real dan serangan balik cepat milik Barca,” tambahnya.

“Itu semua bersatu di Tim Nasional dan bagi saya mereka adalah salah satu tim favorit utama,” lanjut pelatih yang menangani Der Panzer –julukan Timnas Jerman- sejak 2006 itu.

Namun jika meniliki penampilan Timnas Jerman dalam ajang kualifikasi bukan tidak mungkin mereka akan mempertahankan gelar juara Piala Dunia pada tahun ini. Pada babak kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa, Der Panzer berhasil memenangkan seluruh pertandingan kualifikasi dari 10 laga yang dijalani. Sementara Spanyol hanya memenangkan sembilan laga dan satu sisanya imbang.

Pada Piala Dunia 2018, Jerman tergabung dalam Grup F yang akan bertemu tiga tim lainnya yakni Meksiko, Swedia dan Korea Selatan. Sementara Spanyol berada dalam Grup B yang dihuni Portugal, Maroko dan Iran.

Pertemuan di Rusia bisa saja terjadi seandainya kedua tim keluar sebagai juara Grup B dan F. Namun pertemuan tersebut akan mungkin terjadi di babak semifinal jika Jerman dan Spanyol mulus melaju hingga ke babak empat besar.

Ramos Optimis Spanyol Kembali Rebut Trofi Piala Dunia pada 2018

DUSSELDORF – Bek Tim Nasional (Timnas) Spanyol, Sergio Ramos, optimis timnya akan bisa merebut kembali trofi Piala Dunia 2018 di Rusia. Terakhir, La Furia Roja –julukan Timnas Spanyol– meraih titel juara empat tahun sekali itu pada 2010. Bukan hanya terakhir, itu juga menjadi yang pertama untuk mereka.

Tentu gelar kedua akan diincar oleh Spanyol agar raihan tersebut tidak menjadi yang terakhir. Pada 2014, Spanyol harus gagal mempertahankan gelarnya di Piala Dunia setelah Jerman kembali mengambil alih trofi untuk yang keempat kalinya. Namun, La Furia Roja bertekad untuk mendatangkan kembali trofi tersebut pada ajang yang sama pada tahun ini.

Berbeda dengan kondisi empat tahun lalu, kini Timnas Spanyol kini ditangani pelatih baru mereka yakni Julen Lopetegui. Bersama sang pelatih, Ramos percaya bahwa skuad mereka saat ini sudah siap untuk mendatangkan kembali trofi Piala Dunia ke Spanyol untuk yang kedua kalinya. 

“Kami percaya pada diri kami sendiri. Kami telah memenangkannya sebelumnya (Piala Dunia) dan kami ingin memenangkannya lagi. Kami tahu harus bermain melawan yang terbaik, karena Spanyol pasti akan menjadi salah satu tim yang ingin dikalahkan (oleh negara lain),” ungkap Ramos, mengutip dari Reuters, Sabtu (24/3/2018).

Sejauh ini, penampilan Spanyol sejak kualifikasi Piala Dunia 2018 memang menunjukkan hasil yang apik. Dari 10 laga yang dijalani di kualifikasi zona Eropa, David De Gea dan kawan-kawan mampu meraih sembilan kemenangan dan satu diantaranya harus puas dengan hasil seri.

Pada Piala Dunia 2018, Spanyol berpeluang untuk tampil apik kembali meski pada babak grup mereka akan mendapat tantangan besar. Tergabung dalam Grup B, skuad Lopetegui akan bertemu juara Eropa 2016 yakni Portugal bersama Maroko dan Iran.

Laga pertama akan menjadi penentu, mengingat Spanyol akan bertemu tim terkuat di Grup B yakni Portugal di Stadion Olimpiade Fisht, Sochi pada 15 Juni 2018 malam WIB. Kemenangan menjadi mutlak agar mereka bisa mengamankan untuk lolos dari fase penyisihan sekaligus juara grup.

Ibra Mengaku Siap Bergabung dengan LA Galaxy Usai Dibuang Man United

MANCHESTER – Penyerang veteran, Zlatan Ibrahimovic, mengaku siap untuk pergi meninggalkan Manchester United. Hal tersebut ia sampaikan setelah ia mengkonfirmasi keputusannya untuk bergabung dengan klub Major League Soccer (MLS), Los Angeles Galaxy.

Kontrak penyerang berkebangsaan Swedia tersebut dihentikan oleh Seran Merah –julukan Manchester United- pada Kamis 22 Maret 2018. Alhasil Ibra bisa menjadi salah satu pemain sepakbola yang memiliki karier yang cemerlang di Eropa sepanjang masa.

bra telah membintangi beberapa tim papan atas Eropa seperti Ajax, Inter Milan, Barcelona, dan AC Milan sebelum memutuskan menuju PSG yang mendominasi Liga Prancis di eranya.

Sebelumnya, pemain berkebangsaan Swedia ini bergabung dengan Man United dari Paris Saint-Germain (PSG) dengan status bebas transfer pada musim 2016. Selama musim debutnya berseragam Setan Merah, Ibra sukses menyarangkan 28 gol dalam 46 pertandingan di bawah kepemimpinan pelatih Jose Mourinho. Selain itu ia juga sukses membantu klub memenangkan Piala Liga dan Liga Eropa.

Namun, semua keberhasilan yang diraih Ibra berputar 180 derajat ketika sang pemain mengalami cedera ligamen lutut saat berhadapan dengan Anderlecht pada kompetisi di akhir musim. Cedera tersebut membuat pemain yang kerap dipanggil Ibracadabra tersebut melipir dari lapangan hijau selama delapan bulan.

Posisinya sebagai striker andalan Man United juga kandas setelah kedatangan Romelu Lukaku dari Everton. Alhasil kepindahan menuju Amerika Serikat dinilai menjadi salah satu cara terbaik bagi Ibra untuk melanjutkan karier sepakbolanya.

“Saya siap untuk pergi saat ini. Pertama-tama saya di sana untuk bermain sepakbola. Saya tidak memiliki hal lain. tujuan pertama saya adalah bermain sepakbola dan melakukan apa yang saya kuasai. Saya senang bisa datang ke sini dan mendapatkan pengalaman dengan LA Galaxy dan ingin mengeksplorasi permainan sepakbola yang ada di sana,” tegas Ibrahimovic, melansir dari Soccerway, Sabtu (24/3/2018).

“Saya ingin menjadi bagian dari mereka dan membuat lebih banyak. Setelah berada di Eropa dan memenangkan 33 piala serta bemrain dengan tim dan pemain terbaik di dunia, saya ingin datang ke AS dan memainkan permainan saya di sana. Saya ingin orang-orang menikmati permaian saya di sana dan meraih kemenangan. Akhirnya saya memilih LA Galaxy untuk melakukan hal tersebut,” tuntasnya.

Legenda Sepakbola Belanda Sebut Messi Tak Habis Dimakan Usia

AMSTERDAM – Mantan pesepakbola berkebangsaan Belanda, Patrick Kluivert, berharap bintang Barcelona, Lionel Messi, bisa menjadi pemain sepakbola terhebat sepanjang masa. Pernyataan tersebut ia sampaikan setelah melihat kiprah Messi dengan berbagai prestasi yang luar biasa di dunia sepakbola.

Penyerang berjuluk La Pulga tersebut telah memenangkan banyak penghargaan individu dan tim. Lima trofi Ballon d’Or dan empat trofi Liga Champions berhasil dikemas oleh Messi selama bermain bersama Barcelona. Tak hanya itu, ia juga masih mendominasi dunia sepakbola di usianya yang telah menginjak 30 tahun.

Pemain berkebangsaan Argentina tersebut sukses membantu Barcelona melaju ke babak perempatfinal Liga Champions musim 2017-2018. Selain itu Messi juga sukses membantu Azulgrana –julukan Barcelona- memuncaki papan klasemen sementara Liga Spanyol musim ini.

“Messi sangat istimewa karena selama bertahun-tahun dia terus bermain di level ini. Saya sangat menghormati Leo (Lionel Messi). Dia melakukan segalanya dengan sangat baik, tendangan bebas, dribbling dan apa pun yang dia coba. Setiap pemain dan manajer tunggal terkesan tentang apa yang dia lakukan dan ia sudah melakukannya dalam waktu yang lama,” tegas Kluivert, sebagaimana diberitakan Soccerway, Sabtu (24/3/2018).

“Saya berharap dia menjadi pemain terbaik dalam sejarah sepakbola. Jika Anda bertanya kepada saya dua tahun saya akan mengatakan ya. Tapi sekarang dia mengesankan, dia telah berusia 30 tahun tapi ia bisa bermain lebih baik daripada orang lain. Saya senang melihatnya, karena ia adalah pemain yang hebat,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui Messi adalah sosok pemain yang identik dengan Barcelona. Ia telah mengabdi kepada klub terbesar Katalunya tersebut sejak 2004. Selama 14 tahun mengabdi bersama Barcelona, banyak prestasi yang berhasil ditorehkan Messi.

Salah satunya adalah membantu tim memuncaki papan klasemen sementara Liga Spanyol musim 2017-2018dengan 75 poin. Barcelona menjadi satu-satunya klub Spanyol yang belum pernah mengalami kekalahan dengan 23 kali kemenangan dan enam kali seri dalam 29 pertandingan sejauh musim ini.

Trezeguet Tegaskan Pogba Miliki Kesempatan Perkuat Timnas Prancis

MANCHESTER – Legenda sepakbola Prancis, David Trezeguet, menegaskan Paul Pogba masih memiliki kesempatan untuk memainkan peranan bersama Timnas Prancis untuk menghadapi Piala Dunia 2018 meski sang pemain tengah mengalami posisi sulit bersama Manchester United.

Saat ini Pogba memang sedang mengalami kesulitan di bawah kepelatihan Jose Mourinho di Old Trafford. Terbukti pemain berusia 25 tahun tersebut juga dibangkucadangkan dalam babak 16 besar Liga Champions saat berhadapan dengan Sevilla serta absen dari pertandingan Liga Inggris melawan Liverpool karena cedera.

Namun, Trezeguet yang merupakan mantan penyerang Prancis menegaskan bahwa rekan senegaranya tersebut masih tetap akan bermain bersama penyerang Atletico Madrid, Antoine Griezmann dalam turnamen penting di Rusia tersebut.

“Mengenai kejuaraan Eropa, Griezmann telah melakukan sesuatu yang sempurna. Dia menunjukkan kualitasnya sebagai seorang pemain kunci dari tim nasional Prancis. Saya pikir Pogba akan memiliki pendapatnya,” tegas Trezeguet, menyadur dari Soccerway, Sabtu (24/3/2018).

“Dia dalam posisi yang lebih rapuh di dalam klubnya, namun ia memiliki semua kualitas yang kami butuhkan. Dia adalah pemain tingkat tinggi dan ingin menunjukkan kekuatan yang dia miliki. Kami berbicara tentang dua pemain yang mewakili masa kini dan juga masa depan Timnas Prancis,” lanjutnya.

Sementara itu, pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, mengaku akan menurunkan Griezmann ke dalam skuad utama tim Prancis. Namun, ia sedikit kebingungan pasalnya ia belum mengetahui siapa yang akan bermain untuk Atletico Madrid dalam beberapa waktu ke depan.

Olivier Giroud juga telah tampil dengan baik di bawah pemerintahan Descahmps, begitu pula Ousmane Dembele, Anthony Martial dan Kylian Mbappe adalah kandidat yang akan mengisi posisi tiga terdepan.

“Ketika Anda melihat kualitas pemain mengenai apa yang mereka lakukan untuk klub mereka, jelas ini adalah sebuah pilihan yang sulit untuk dibuat. Mereka memiliki beberapa kemungkinan. Saya pribadi berpikir bahwa ada beberapa pilihan menarik untuk dibuat. Dia akan menemukan pemain yang tepat untuk memulai dengan baik Piala Dunia,” tuntasnya.

James Ingatkan Timnas Kolombia untuk Tetap Fokus Usai Kalahkan Prancis

PARIS - Kemenangan 3-2 Tim Nasional (Timnas) Kolombia atas Prancis, menjadi sejarah tersendiri bagi tim berjuluk Los Cafeteros itu. Pasalnya, di tiga pertemuan terakhir mereka, Kolombia selalu kalah dari Les Bleus –julukan Timnas Prancis.

Meskipun begitu, gelandang serang Kolombia, James Rodriguez, mengatakan kemenangan timnya atas Prancis itu tidak akan berarti apa-apa jika mereka tidak terus bekerja keras. Menurut pemain Bayern Munich itu, para pemain Kolombia tidak boleh terlarut dalam kegembiraan usai mengalahkan Prancis. Ia menilai masih banyak yang perlu diperbaiki untuk menyongsong gelaran Piala Dunia 2018 di Rusia.

“Itu adalah kemenangan yang hebat. Timnas Prancis adalah lawan yang berat. Mereka merupakan salah satu tim yang menjadi kandidat kuat peraih trofi Piala Dunia 2018. Kami tidak boleh terus bersantai. Kami masih banyak kekurangan. Sangat penting bagi kami untuk tampil baik di bulan Juni. Akan tetapi, itu kemenangan yang bagus,” ucap James, mengutip dari Sportskeeda, Sabtu (24/3/2018).

“Kami bermain dengan santai. Kami tahu bahwa kami akan bermain baik pada pertandingan tersebut. Kami bermain buruk di 20 menit awal pertandingan. Meskipun begitu, kami memiliki pemain-pemain berlevel tinggi untuk menghadapi Timnas Prancis. Kami seharusnya tidak perlu takut pada siapa pun,” tambah pemain yang pernah memperkuat AS Monaco itu.

Kemenangan pertama atas Prancis itu, tidak mudah didapatkan bagi Los Cafeteros. Pasalnya, mereka sempat tertinggal 0-2 dari Les Blues pada menit awal pertandingan. Dua gol Prancis tersebut masing-masing diciptakan oleh Olivier Giroud pada menit ke-11 dan Thomas Lemar di menit ke-26.

Selang dua menit setelah gol Lemar, Kolombia pun mulai bangkit. Pertanda itu dimulai dari Luis Muriel yang berhasil mencatatkan namanya di papan skor usai menerima umpan dari James pada menit ke-28.

Pada babak kedua, Kolombia masih terus mencoba menekan pertahanan Prancis. Alhasil, giliran Radamel Falcao yang merobek jala gawang kiper Prancis, Hugo Lloris, pada menit ke-62. Lagi-lagi gol itu tercipta melalui umpan dari James. Kemudian pada menit ke-85, Kolombia mendapatkan tendangan penalti. Adalah Juan Quintero yang memberikan gol kemenangan bagi Los Cafeteros tersebut melalui titik putih. Sampai peluit panjang yang menandakan pertandingan berakhir, skor tetap 3-2 untuk kemenangan James dan kawan-kawan.

De Bruyne: Jangan Bandingkan Saya dengan Messi dan Ronaldo!

MANCHESTER – Gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne, menilai tidak mungkin untuk membandingkan dirinya dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Ia menegaskan posisi mereka yang berbeda saat bermain di atas lapangan menjadi salah satu faktor pembedanya.

Playmaker berkebangsaan Belgia tersebut telah menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam skuad The Citizens –julukan Manchester City- di bawah kepemimpinan pelatih Josep Guardiola musim ini. Terbukti ia sukses mencetak tujuh gol dan menciptakan assist sebanyak 14 kali hingga membuat Man City unggul 16 poin di puncak klasemen sementara Liga Inggris musim 2017-2018.

Tak hanya di Liga Inggris, Jangkauan, kinerja dan kreativitas De Bruyne juga telah membuatnya tampil dengan baik dengan mencetak empat assist di kompetisi Liga Champions.

Penampilannya musim ini telah menyebabkan Guardiola menyarankan De Bruyne dalam level untuk menyaingin Messi dan Ronaldo meraih trofi Ballon d’Or. Meski demikian, pemain berusia 26 tahun tersebut tidak begitu yakin dengan pendapat itu.

“Tidak mungkin untuk membandingkan saya dengan mereka. Posisi kami di dalam lapangan benar-benar berbeda. Mereka jauh lebih tinggi saat berada di lapangan dan mencetak gol 10 kali lebih banyak dibandingkan saya. Jika saya membuat 10 dalam satu musim, mereka mendapat nilai 100. Namun, saya memiliki tugas yang berbeda di dalam lapangan,” tegas De Bruyne, sebagaimana diberitakan Soccerway, Sabtu (24/3/2018).

Penampilan De Bruyne di kompetisi Liga Inggris memang telah menjadi bahan perbincangan banyak pencinta sepakbola. Tak aneh jika ia kerap menjadi target utama pihak lawan yang berhadapan dengan Man City.

“Saya tidak merasa benar-benar ditargetkan oleh lawan, Tekel adalah bagian dari sepakbola. Saya tidak menangis ketika saya diserang. Saya hanya menggigit gigi saya dan melanjutkan permainan dengan atau tanpa rasa sakit. Sepakbola adalah olahraga kontak fisik,” tuntasnya.

Lopetegui Puji Permainan Spanyol saat Hadapi Jerman

asil imbang 1-1 diperoleh Tim Nasional (Timnas) Spanyol kala jumpa Jerman pada pertandingan persahabatan yang berlangsung di Esprit Arena, Sabtu (24/3/2018) dini hari WIB. Pelatih Spanyol, Julen Lopetegui, pun memuji ambisi yang diperlihatkan para pemainnya ketika menahan imbang tim berjuluk Die Mannschaft itu.

Pada pertandingan persahabatan itu, Spanyol sempat unggul di menit-menit awal pertandingan. Adalah Rodrigo Moreno Machado lah yang mencatatkan namanya di papan skor pada menit keenam, usai memanfaatkan umpan matang Andres Iniesta.

Keunggulan 1-0 Spanyol itu ternyata tak bisa dipertahankan lebih lama. Tim berjuluk Der Panzer itu terus menekan pertahanan Spanyol, hingga pada menit ke-35 lah baru gol tercipta untuk Jerman.

Melalui umpan yang diberikan Sami Khedira, Thomas Muller langsung melesatkan tembakan dari luar kotak penalti hingga merobek jala gawang kiper Spanyol, David de Gea. Sampai peluit terakhir tanda pertandingan berakhir, skor tetap 1-1. 

Lantas, hasil imbang itu tidak membuat Lopetegui kecewa sepenuhnya. Ia merasa puas dengan kinerja seluruh tim pada pertandingan tersebut. Pelatih berusia 51 kagum dengan ambisi yang ditunjukkan para pemainnya.

“Kami bermain melawan tim juara dunia (Piala Dunia 2014) yang sangat termotivasi. Kami memiliki pertandingan yang bagus. Kami memiliki peluang untuk menang, begitu pun dengan mereka. Mencoba mendominasi selama 90 menit itu sangat rumit. Akan tetapi kami bermain dengan ambisi,” tutur Lopetegui, seperti diwartakan Football Espana, Sabtu (24/3/2018). 

“Saya sangat senang dengan performa yang diperlihat seluruh tim. Melawan salah satu tim terbaik di dunia adalah suatu tantangan yang baik. Kami menganggapnya seperti itu. Kami memainkan permainan kami dengan percaya diri, lanjut pelatih yang pernah menangani FC Porto itu.

Menurut Lopetegui, hasil imbang itu sudah cukup baik. Terlebih ketika kedua tim bermain dengan gaya mereka masing-masing. Hal itu menjadikan tontonan yang menarik bagi para penikmat sepakbola.

Meskipun begitu, pelatih Timnas Spanyol itu berjanji akan lebih baik saat Piala Dunia 2018 berlangsung. Spanyol pun kembali melakoni laga persahabatan melawan Argentina di Estadio Wanda Metropolitano, Rabu 28 Maret 2018 dini hari WIB.

Vazquez: Juventus Akan Persulit Madrid di Perempatfinal Liga Champions

MADRID – Laga sengit akan terjadi di perempatfinal Liga Champions 2017-2018. Adalah Real Madrid yang bertemu dengan Juventus. Winger Madrid, Lucas Vazquez Iglesias, mengatakan tidak senang dengan hasil undian itu. Ia menyebut Juventus akan mempersulit langkah Madrid untuk melaju ke semifinal Liga Champions.

Pertandingan Los Blancos –julukan Madrid– melawan Juventus merupakan laga ulangan final Liga Champions musim 2016-2017. Saat itu, Madrid keluar sebagai pemenang dengan mempermalukan Juventus 4-1. Madrid pun meraih trofi Liga Champions ke-12 mereka.

Karena itu, Juventus jelas ingin melakukan balas dendam atas kekalahan tersebut. Terlebih kiper Juventus, Gianluigi Buffon yang sudah berumur 40 tahun ingin segera meraih trofi Liga Champions pertamanya sebelum ia gantung sepatu. Hal itulah yang menjadi kekhawatiran Vazquez ketika akan menghadapi Juventus di perempatfinal Liga Champions 2017-2018. 

Juventus adalah rival yang sulit untuk dihadapi. Karena mereka adalah klub yang memiliki sejarah di sepakbola Eropa dan pastinya akan mempersulit hidup kami. Kami ingin melakukan hal yang benar dan bisa melewati babak eliminasi ini juga,” tutur Vazquez, seperti diwartakan Football Italia, Sabtu (17/3/2018).

Walaupun Los Blancos merupakan salah satu klub yang difavoritkan menjuarai Liga Champions 2017-2018, Vazquez menilai pertandingan perempatfinal nanti akan jauh berbeda dengan laga di Cardiff yang merupakan partai final Liga Champions 2016-2017.

“Itu merupakan momen yang berbeda bagi kedua tim. Juve dalam kondisi bagus sekarang. Mereka berada di puncak klasemen Liga Italia dan pastinya mereka akan lebih tangguh. Mereka memiliki pemain hebat seperti Gigi Buffon, Gonzalo Higuain, dan Paulo Dybala,” lanjut pemain berpaspor Spanyol itu.

Walaupun Madrid terseok-seok di Liga Spanyol musim ini, mereka mampu bermain cukup baik di Liga Champions 2017-2018. Los Blancos baru menerima satu kekalahan dari Tottenham Hotspur dengan skor 1-3, sekali imbang dan memenangi enam pertandingan dari delapan penampilannya di Liga Champions musim ini.

Madrid terlebih dulu bertandang ke markas Juventus, Allianz Stadium, Rabu 4 April 2018 dini hari WIB. Sementara itu, leg II akan berlangsung di markas mereka sendiri, Estadio Santiago Bernabeu, pada Kamis 12 April 2018 dini hari WIB.

Seaman: Joe hart Layak Jadi Kiper Utama Inggris di Piala Dunia 2018

Mantan kiper Tim Nasional (Timnas) Inggris, David Seaman, menegaskan Joe Hart layak menjadi penjaga gawang utama Inggris pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Ia menyarankan agar pelatih Inggris, Gareth Southgate, memilih kiper West Ham United itu lantaran pengalaman Hart lebih baik daripada penjaga gawang The Three Lions -julukan Inggris- lainnya.

Kiper yang sedang dipinjamkan Manchester City itu sedang dalam performa terburuknya di Liga Inggris 2017-2018. Hart tidak mampu mengamankan posisi West Ham yang kini berada di peringkat ke-17, atau satu peringkat di atas zona degradasi. Bersama The Hammers –julukan West Ham– ia sudah kemasukan 33 gol dan baru tiga kali clean sheet dari 15 penampilan di Liga Inggris.

Penampilan yang kurang memukau itu, mungkin menjadi alasan utama Southgate tidak menurunkan Hart ketika laga persahabatan kontra Belanda pada Sabtu (24/3/2018) dini hari WIB. Akan tetapi, Seaman masih percaya bahwa kiper berusia 30 tahun itu, pasti akan bermain di Piala Dunia 2018. 

“Bagi saya, Joe (Hart) memiliki semua yang kiper butuhkan. Dia memiliki banyak pengalaman. Dan Anda tidak bisa mengabaikan hal tersebut. Dia memiliki 75 caps bersama Timnas Inggris dan pernah bermain di Liga Champions,” ungkap Seaman, dikutip dari Sportsmole, Sabtu (24/3/2018).

“Masalah utama Joe adalah tidak diberikan jatah bermain yang banyak. Saya tahu dia memainkan pertandingan terakhir untuk West Ham, namun dia harus bermain hingga akhir musim. Saya pikir Joe pasti bermain di sana (Piala Dunia 2018). Dia penjaga gawang yang berkualitas dan Anda tidak bisa mengabaikan semua pengalaman yang dia miliki,” lanjut mantan kiper Arsenal itu.

Menurut Seaman, pengalaman merupakan hal penting ketika berkompetisi di turnamen besar seperti Piala Dunia. Dia tidak bisa membayangkan apabila kiper Stoke City, Jack Butland atau Jordan Pickford (Everton) yang berada di bawah mistar gawang, sanggup menerima tekanan saat pertandingan berlangsung.

Meskipun begitu, dalam pertandingan persahabatan melawan Belanda, Southgate lebih memilih Pickford ketimbang Hart. Walaupun begitu, pilihan pelatih berusia 47 tahun itu sangat tepat. Terbukti dengan kemenangan Inggris 1-0 atas Belanda. Pickford bermain apik pada pertandingan tersebut. Terhitung dari 13 tembakan yang dilesatkan Der Oranje –julukan Timnas Belanda, enam di antaranya mampu diselamatkan kiper Everton itu.